Bullseye Sunday, Feb 25 2007 

Berjalan menuju perpustakaan. Di sebelahku seorang teman yang mengaku lelaki, yang lebih tinggi kira-kira satu penggaris panjang dariku.

“Kamu wangi banget.”

Wow! Something I never expected before. Aku cuma senyum..

*****

Jadi inget waktu jaman esempe. Waktu itu pacar aku juga lebih tinggi seukuran penggaris panjang (kurang lebih 30 cm lah) dariku. Ceritanya kami baru aja selesai solat Duhur di masjid sekolah. Kita baru aja selesai pake sepatu dan mulai beranjak pulang ketika dia merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Dan.. “srot.. srot”, dia menyemprotkan sejenis wewangian ke bagian dadanya. Yup! Dalam tempo sepersekian detik, aroma wangi langsung masuk ke dalam hidungku yang memang kurang lebih setinggi dadanya.

*****

Dua cerita di atas menunjukkan bahwa kita harus menempatkan segala sesuatu pada yang semestinya. Dalam hal ini, terlepas dari cerita pertama, untuk aku mungkin menyemprotkan wewangian ke bagian atas kerudung ternyata tepat sasaran. Binggo!!

Hhaha.. nyampah banget deh.

Niat Pensiun Thursday, Feb 15 2007 

Ceritanya lagi maen ke temen dari jurusan lain. Sebagai seorang jomblo yang berniat pensiun, aku nanya sesuatu ke “temen” yang aku kunjungi tersebut.
“Kamu ada temen cowok ga?”

“Banyak.”

“Tapi kudu yang masih jomblo.”

“Ada kok.”

“Selain itu, mesti baik hati dong.”

“Hmm.. bisa dicari.”

“Serius?”

“Iya. Kriteria yang kamu bilang tadi itu, jomblo, ganteng, dan baik hati.. pastinya ada. Tapi yang mau sama kamu, saya ga berani jamin.”

Sial!! Aku tau temen saya itu cuma bercanda. Tapi kok sampe detik ini masih kepikiran ya?? Fiuh!